Ngeblog menjadi Tabungan yang akan berbunga terus menerus

Ini tulisan yang ke berapa, entah.
tetapi tulisan ini adalah tulisan saya yang ke sekian kali reborn. ha ha ha
maklum, meskipun mengatas namakan seorang blogger, tetapi saya sendiri  menulis berdasar mood,
dan lagi ngeblog lebih kepada membuat tulisan untuk jualan di blog 'satelit' tas spunbond atau tas kanvas ( tas blacu) yang dikendalikan pemasarannya oleh perusahaan konveksi yang menitik beratkan sisi advertising ...

Tulisan ini juga tidak murni reborn karena mood. bagi saya menulis itu seperti menguntai sejarah, ke depan pasti akan dinikmati sebagai bagian dari perjalanan hidup. karena memang awal-awal ngeblog hanya untuk gaya, karena tren internet tidak seperti sekarang. keren pada waktu itu karena akses internet sangat terbatas, disisi lain, prestis kerja kantoran yang bisa ngeblog sangat jarang .. :p

kemudian ada satu fase berkumpul dengan orang literasi, menulis semakin menjadi gaya hidup, bukan gaya-gaya an lagi. tetapi tetap saja, keinginan untuk membuat tulisan yang naratif seperti para kuli tinta itu belum bisa maksimal.

dan untuk yang ke sekian kalinya, hasil ngobrol sama suhu alib, pejuang keluarga aliran mastah (masih betah) sarungan yang ilmu marketing online nya mantap, saya di ajak kembali menulis di blog. alasannya sederhana,
sama seperti saya dulu berfikir, tulisan akan menjadi benda bersejarah yang bermanfaat buat orang lain, entah kapan ... bismillah saja katanya.

untuk itu, inilah tulisan 'pertama' untuk kembali hidup untuk sebuah tulisan. semoga konsisten.
lah tulisan ini diberi judul ngeblog jadi tabungan yang akan berbunga terus menerus artinya apa?
ya .. seiya semakna (kampret) membuktikan jika tulisan-tulisan ini bermanfaat, maka insya Alloh menjadi tabungan yang pahalanya terus mengalir .. ibarat bank, bunganya beriba-riba .. ha ha ha ha

Tas Blacu Murah di Jakarta, Solo dan Yogyakarta

Beberapa hari ini banyak sekali yang nyari Tas Blacu Murah di Jakarta, Solo dan Yogyakarta. untungnya mereka sudah paham betul mengenai kualitas dan garansi produk. sehingga ketemulah mereka di http://taskainspunbond.com dan sebagian lagi di http://taskainblacu.com

ini menarik, sebab dengan banyaknya yang mencari tas blacu untuk kebutuhan promosi atau untuk souvenir hajatan mengindikasikan 'level' ekonomi semakin meningkat. di sisi lain kesadaran untuk menjaga lingkungan dari polusi juga perlu diapresiasi. hal ini memang tidak bisa dipungkiri bahwa indeks ekonomi yang semakin baik juga menunjukkan akan kesadaran tentang kesehatan dan kualitas pendidikan suatu bangsa.

oleh karena itu sangat tepat jika shaffna telemedia mencoba memberikan opsi bahwa material promo yang aman untuk lingkungan, secara kualitas juga baik apalagi jangkauan tas blacu juga sampai wilayah kota-kota di Indonesia semacam Jakarta, Solo, bandung, Semarang dan Yogyakarta.

Jika anda sampai disini juga karena sedang mencari aneka kerajinan produk dari kain blacu silakan kunjungi http:// taskainblacu.com.

Jual Tas Spunbond di Jakarta untungnya lumayan

Jual Tas Spunbond di Jakarta untungnya lumayan

Bisnis apapun itu jika ditekuni, tentu akan membawa kebaikan. hal ini menjadi pegangan dan prinsip yang harus diyakini. sebab ada kata mutiara yang berbunyi keistiqomahan (konsistensi) akan membawa kepada kemuliaan. dan inilah yang ingin saya buktikan. jual tas spunbond di jakarta yang saya lakukan sejak 2011 silam.

salah satu model tas yang diproduksi oleh http://taskainspunbond.com


saat ini usaha jual tas spunbond yang bermula dari meniru pengusaha di kudus, serta melihat peluang yang ada, kini cukup untuk menjadi jalan rejeki bagi banyak orang. terhitung sudah 20 orang bergabung. dan alhamdulillah, cukup memberi keuntungan.

Memang tidak mudah untuk bisa bisnis jual tas spunbond ini. banyak sekali rintangan yang dihadapi. mulai kekuatan lini SDM, permodalan, promosi dan sebagainya. hal ini sangat jelas, modal yang minim dan SDM utamanya. semua dilakukan pertama-tama adalah saya sendiri yang notabene bukan seorang yang ahli menjahit. semua dilakukan by learning kemudian by doing. dan evaluasi kemudian.

sangat beruntung sekali jika hal ini sekarang cukup memberikan hasil. jual tas spunbond tidak seperti disangkakan. biar pun tidak menjadi pegawai negeri, setidaknya sekarang, cukup memberikan hasil seperti yang menjadi pegawai negeri.

Jadi apapun yang menjadi bisnis, jika ditekuni secara konsisten suatu saat akan membawa hasil. contohnya termasuk yang saya lakukan jual tas spunbond. remeh ... biarkan, karena untungnya masih lumayan!

Permulaan di penghujung bulan

Genap juga akhirnya. sebulan penuh melakukan ibadah puasa. setiap hari harus berbagi waktu antara ibadah tambahan dan rutinitas harian. kalau hari biasa sholat malam kadang ditangguhkan, bulan Ramadhan menyihir semua umat Islam, termasuk saya untuk selalu tidak tertinggal melakukannya. belum juga dengan lafal-lafal dzikir, yang kadang di bulan-bulan sebelumnya hanya sebagai penghias, di bulan Ramadhan menjadi letupan semangat, sebagai pengganti lagu-lagu ‘iwak peyek’.

 

namun itu semua akan berakhir malam ini. Ramadhan telah banyak menyisakan ‘pesan’ untuk umat Islam, khususnya saya. ini adalah awal dari penghujung Ramadhan untuk kembali menjemputnya tahun depan.

kesadaran ini akan memberi tanggung jawab lebih besar, sebagai mana sabda Rasul SAW, menjadi insan yang sukses adalah manakala hari esok lebih baik dari hari sekarang. Jika Ramadhan telah memberikan jejak ‘kesuksesan’ maka sudah saatnya kita rengkuh kesuksesan yang sesungguhnya di bulan-bulan selain Ramadhan. jika Ramadhan tahun ini berakhir, maka perjuangan 11 bulan segera dimulai. dan pada akhirnya, saya hanya mohon maaf kepada anda, pengunjung blog saya, semoga kita semua diberikan kemenangan, tidak saja di bulan Ramadhan, tapi bulan-bulan mendatang … :)

Hobby

apakah anda punya hobi?
barangkali kita sulit untuk menuangkan sebuah kalimat perihal hobi kita. jika ditelusuri, maka banyak hal yang bisa menjadi hobi kita, atau bahkan kita termasuk semua hal menjadi hobi, sehingga definisi hobi menjadi tidak jelas.

hobi dalam prespektif saya adalah sahwat. ketika kita ber sahwat terhadap sesuatu, maka itu bisa menjadi bagian dari hobi. sahwat atau keinginan untuk memiliki dan ada suasana senang dalam hati kita jika melakukannya, maka itulah hobi.

hobi bisa saja menjadi talent yang luar biasa. jika kita tah betul bahwa hobi kita menyimpan 'potensi' untuk dikembangkan menjadi lebih profesional. saya sendiri sering mendapati sejarah orang-orang sukses juga tidak terlepas dari hobi ini.

jika demikian hebatnya sebuah hobi sehingga menjadi talent yang bisa dikembangkan, mengapa kita tidak mencobanya untuk menerapkan prinsip yang sama? masalahnya adalah bagaimana mengembangkan hobi itu benar-benar menemukan momentumnya untuk dikembangkan. satu hal yang pasti, jika kita tidak mencobanya, kapan kita menemukan jawabannya ....

==== akhir pekan sedang ngutak-atik laptop mbak miece ====

Menularkan 'energi' Ramadhan

saya termasuk orang yang 'ceriwis' terhadap tumbuh kembang anak. beberapa hal yang menyangkut anak, sedetil-detilnya saya harus mengetahuinya secara langsung. utamanya adalah asupan 'pendidikan' bagi anak-anak saya. saya sendiri menginginkan bahwa pendidikan bagi anak-anak saya adalah pendidikan yang tidak kontra terhadap 'hasrat' anak-anak saya untuk belajar, ... tentang kehidupan ini.

Ramadhan kali ini saya pun tidak melepaskan setiap 'moment'nya sebagai penunjang belajar bagi anak-anak. maka saya buatlah scedule yang akan mengajarinya mengerti tentang apa yang dilakukan kedua orang tuanya.

sore hari sebelum ramadhan, anak-anak saya ajak untuk silaturahim kepada eyang-eyangnya, dan saya perkenalkan dengan 'nyekar' ke makam orang tua saya. selanjutnya saya perkenalkan pula dengan tarawih, tadarus dan sahur, dan hari pertama ini beliau ikut serta berpuasa. entah kuat sampai kapan saya tidak memaksanya untuk bertahan. dengan demikian rangkaian acara sehari full benar2 melibatkan anak saya.

mudah-mudahan acara-acara yang dilakukan orang tuanya, baik rutinitas seperti ibunya yang mengajar anak-anak yang les maupun kegiatan harian mereka (sekarang anak-anak saya ajari untuk merawat tanaman, bulan depan rencananya mau kita buatkan ternak ayam buat mereka. doakan ya!.

Ramadhan kali ini adalah ramadhan yang istimewa. mengingat esensi dari bulan berkah ini adalah bulan bagaimana saya dan istri mengharapkan ada pelajaran yang bisa membekas dalam hidup anak-anak saya kelak.

NB: saya tertawa kecil saat menyaksikan anak kedua saya (1 tahun) menyalakan kembang api sementara kakaknya yang sudah berumur 3 tahun lari ketakutan ...

Anak-anak pangsa bisnis fanatik

Untuk menuai sukses sekarang, tidak sebatas melahirkan kepuasan pelanggan. namun sekarang, kesuksesan berbisnis harus mampu mempertahankan dan melipatgandakan pelanggan.
cara paling sederhana untuk melipatgandakan pelanggan adalah bagaimana membentuk pelanggan yang fanatik. ada beberapa perusahaan yang membangun pelanggan fanatik ini, mulai dari membentuk komunitas sampai pada menggunakan prinsip member ship.

namun perlu dilirik juga bahwa untuk mendapatkan pelanggan loyal kita hanya perlu membidik segmentasi market yang belum sepenuhnya tergarap. prinsip yang dipakai dalam dunia marketing adalah bagaimana menjadi yang pertama dan melakukannya dengan berbagai inovasi.

Anak-anak merupakan salah satu segmen yang cukup fanatik. lihat saja bagaimana 'produk' pertama yang berhasil menyita perhatian anak-anak akan menjadi dagangan laris manis. dan mereka akan benar-benar mempertahankan keloyalan untuk membeli dan menggunakan produk, manakala sudah 'terhipnotis'kepiawaian kita mengelola trend ini.
hal ini pernah terjadi dengan anak saya yang menginginkan dan hanya menyebut salah satu merk minuman fermentasi susu. meskipun pada dasarnya pada 'produk' ini banyak sekali merk dengan berbagai kemasan. itulah mengapa anak-anak adalah pangsa bisnis yang sangat menarik, sebab mereka akan benar2 loyal dan fanatik dengan produk kita.

Apapun bisa menjadi Uang

Apapun bisa menjadi uang, jika kita mau. sekarang kita bertaruh apa yang tidak bisa menjadi uang? air kencing saja bisa menjadi uang. kotoran sapi saja bisa diolah menjadi sumber uang. wow ternyata memang semua hal di sekitar kita, apapun yang bersumber dari kita, dan apapun yang kita sendiri membutuhkan adalah SUMBER UANG.

pertanyaan mendasar yang sangat populis dari statement di atas adalah bagaimana menjadikan semuanya menjadi mungkin dan mudah. satu contoh bagaimana mewujudkan kotoran hewan menjadi sumber pendapatan? tentu sangat mudah bagi peternak di pegunungan merapi. sebab kotoran dari ternak mereka diolah menjadi pupuk kandang dan itu laku. dan itu berarti menjadi sarana mendapatkan uang. tetapi masalahnya tidak semua orang MAU mengubah 'telek'nya sendiri menjadi sesuatu yang lebih berdaya guna.

Itulah mengapa kalimat apapun bisa menjadi uang terhenti disebabkan 'pelit'nya otak kita menemukan ide, 'kikir'nya keringat kita untuk mengucur berpadu padan dengan kerja keras. alasan apalagi yang hendak kita bangun atau runtuhkan hanya sekedar berjibaku mempertahankan idealisme, yang 'maaf' justru menghambat kita melakukan eksplorasi. mari bersama berhusnudhon, bahwa apapun bisa menjadi UANG, dan itu harus kita lakukan dengan benar dan dengan cara yang benar. semoga berhasil dan berkah hidup Anda.

Menikahi Waktu

he he he ada-ada saja judul di blog ku. ya iya lah (maksudnya???)
Kita sebagai manusia yang beraktifitas seringkali berkompromi dengan waktu. ada-ada saja alasan agar kita bisa 'membohongi' waktu. sehingga tatkala semua hal yang sudah kita rencanakan tidak sesuai yang diharapkan, serta merta kita mafhum .... waktu jualah yang membuktikannya.

ada banyak cara orang kemudian berfikir dan berlatih untuk bercengkrama dan menundukkan waktu. tetapi lagi-lagi waktu tidak pernah menyerah dan tunduk kepada manusia. lihat saja sekarang. waktu telah memberikan 'jam tayang' kepada manusia sehingga kapan harus memulai dan berhenti dari beraktifitas.

menikahi waktu (apa ya maksudnya) bagi saya sendiri adalah mengatur dan mengendalikan waktu agar sesuai fitrahnya dan memberikan 'ketenangan' hidup bagi saya. saya tidak akan memenjarakan waktu, namun saya akan memberikan keleluasan bagi waktu untuk memberikan pilihan yang terbaik bagi dirinya dan diri saya. hal ini pasti akan melahirkan ide yang inspiratif.

saya tidak berkompromi dengan waktu, namun dengan waktu saya harus belajar dan membawa diri agar waktu tidak terlindas dengan kebodohan saya yang membiarkannya pergi dan lari tanpa jejak2 kemanfaatan.

Ya menikahi waktu adalah pilihan pijak yang bisa kita 'lakukan' menuju keteladanan dan kesempurnaan diri. bukankah begitu??? bukan ...(lho)

menjemput SYAHADATku

setelah beberapa lamanya tidak ingin menulis karena disibukkan dengan berbagai persoalan perusahaan, akhirnya sekarang hasrat menekan keyboard 'butut' ku kesampaian juga. berhari2 rasanya aku ingin sekaliberdebat atau apapun namanya menyikapi permasalahan bangsa ini. dipikir2 memang kewenangan ini bukan padaku, tetapi aku ini rakyat Indonesia yang setiap harinya bernafas dan hidup di tanah air Indonesia. mau tidak mau adalah keharusanku untuk ikut berpikir ada apa sebenarnya Indonesiaku kini?
gaya hidup hedonis, paradigma matematika kapitalis dan persoalan yang tidak kalah seru 'perang global' yang di alih paksa menjadi kata terorisme menjadi stigma baru bagi gaya hidup dan pola hidup sebagian orang yang mau berlaku benar.
memang berlaku benar mesti tidak takut terhadap apa yang disebut 'skenario' akal-bulus para pembuat makar, alih2 untuk kesetaraan dan keadilan, untuk hidup tenang bagi negeri ini adalah sesuatu yang teramat mahal.
oleh karena itu bangsa ini sesungguhnya berada dalam biduk bergoyang di tengah lautan yang ombaknya siap menghempaskannya ke karang. coba renungkan untuk hidup rileks dan melepas penat saja susahnya minta ampun. bagaimana mau tenang kalau setiap hari kita disuguhkan dan dipaksa untuk mengkonsumsi tayangan televisi yang tidak jelas arah edukasi dan pemberitaan faktanya. berita yang selalu disodorkan tidak lebih baik dari sekedar cerita dongeng yang bobotnya tidak lebih dari sekedar imaginasi seorang anak yang ingin mendengar 'kebahagiaan' hanya pantas untuk dirinya sendiri!

selepas lima belas hari

ehmmm...
lima belas hari telah berlalu, dan tepat ...
[apa maksudnya]...

engkau semakin membuat jatuh cinta
aku dan ibu mu!

Harapan di balik nama mu

Saat Terbaca ayat 3:67, maka saat itu ayahmu memberikan alternatif nama hanif muslim abdullah razaq, dari yang sebelumnya namamu di rencanakan sophie al-din abdullah.

dan sore itu saat ayah kembali ke tempat kontrakan, ayah di tanya sama amah is, apa makna dari nama yang engkau sandang anakku.

maka saat engkau selamat dari operasi secar itu, muslim adalah doa yang ayah panjatkan agar dirimu selamat anakku, selamat dunia-akhirat sekaligus sikap kepasrahan ayah atas semua yang terjadi. dan benar saja ayah memang harus tunduk danpatuh atas takdir ayah, dan juga dirimu ...

hanif adalah harapan ayah, selaiknya Ibrahim AS. ayah menaruh harapan ahgar kelak engkau menjadi bagian dari orang yang visioner, lurus jalan hidupnya dan berusaha maksimal untuk menempuhnya. ayah berharap dalam kehidupan ini engkau menjadi pribadi yang bersih, sebersih engkau terlahir ke dunia dengan tanpa dosa.

itu semua anakku, adalah bagian munajat dan pokok dari segala harapan, yaitu Abdullah, hamba, abdi yang senantiasa teguh dan totalitas dalam mengemban amanah. maka razaq, bagian terakhir yangmenunjukkan inisial nama ayah, adalah harapan agar engkau senantiasa mendapatkan karunia, rezeki, yang itu semua adalah konsekuensi dari perjalananmu sebagai hamba.

anakku, sebaris kata yang kini jadi namamu mestinya sekarang menjadi doa yang ayah munajatkan dan menjadi amal ayah untuk menuntun dan mengajarimu untuk meraihnya.

doakan ayah, nak!!!!

Welcome in the World

selama hampir 2 x 24 jam, tepat pukul 09.35 WIB di hari Ahad 29 Juli 2007 engkau lahir anakku.

sebelumnya ada kekhawatiran, kecemasan dan rasa pasrah yang teramat menyiksa batin ayahmu. Ibumu begitu gigih berjuang dan ikhlas merasakan kesakitan yang amat sangat sekedar untuk mendorongmu, menuntun, mencarikan jalan dari rahim, ranjang bagi tidur panjangmu.

anakku, pada saat itu ayah tak mampu berkata apapun, hanya sekedar kalimat pengharapan yang terucap untuk membesarkan hati Ibumu yang sedang perjuangan hidup dan mati.

Anakku, maka saat engkau terlahir dengan selamat, hanya sekedar sepatah doa yang terucap "Rabbi hablii minassolihiiin." selamat datang di dunia anakku, selamat datang untuk berjuang bersama ayah. menjadilah anak yang membanggakan dan menjadilah sejarah dengan tinta emas.

MELIHAT LANGIT MALAM

saya sangat teringat tatkala dulu nyantri di Hidayatullah. ada sesuatu yang sering saya lakukan untuk mengurangi rasa ngantuk, saat sholat malam jamaah di masjid dimulai.

saat itu, melihat langit hanya saya mengerti dan saya lakukan tidak lebih sekedar menghilangkan rasa kantuk.
tetapi setelah sekian lama hal itu tidak pernah saya lakukan, terasa bahwa memandang langit di tengah malam merupakan media yang bisa mengantarkan kita mengerti akan kesempurnaan ciptaan.

dari sebersit kerinduan untuk memandang langit di dini hari, atau lebih tepatnya merindukan untuk mengenang kembali masa di pesantren, maka tertumpuk kerinduan yang ingin segera menyeruak keluar untuk kembali terulang, yaitu kerinduan untuk menggelar kembali semangat untuk menatap masa depan. dalam wacana mukmin sejati adalah kehidupan yang sesungguhnya, yakni akherat.

terlepas dari itu semua, kebahagiaan memandang langit akan senantiasa tertanam dalam lubuk hati, yang pada saat itu terlintas hikmah yang saya sendiri tak kan pernah untuk mengulang kembali. hanya saja sekarang, memandang langit adalah tak ubahnya memandang sesuatu yang asing, karena langit terasa semakin jauh dari esensinya, jauh karena semakin hari semakin kehilangan birunya.

Menunggu Sang Mujahid

Betapa baru sekarang saya menyadari bahwa peran seorang Ibu benar2 luar biasa besarnya.
hal ini baru saya lihat dengan kepala saya sendiri, saat istri dalam proses persalinan.

saat demikian maka yang terbersit di kepalaku adalah :
yang pertama, bahwa sudah sepantasnya kalau seorang Ibu mendapatkan kemuliaan yang besar dari anak-anaknya. dan memang sangat pantas bahwa Ibu mendapatkan gelar penghormatan yang sangat mulia atas segala jasanya itu.

dari itu semua, yang kedua, pada saat yang sama, hal yang dalam otakku adalah sebuah perasaan yang tidak menentu tentang amanah yang akan segera kujalani. seorang anak manusia yang terlahir suci ini akan serta merta kubawa kemana? yah ... dialah mujahidku yang senantiasa ku doakan untuk segera berkhidmah terhadap permasalahan umat yang beragam.

cepatlah besar matahariku ...
menangis yang keras, janganlah ragu
tinjulah congkaknya dunia buah hatiku!

ya Robbi,
jika saat ini Engkau telah menganugerahiku amanah
seorang istri, seorang anak, keluarga ...
maka tiada kekuatan yang dapat memastikan bahwa aku sanggup,
hanya dengan ridlo dan kasih sayang-Mu
semua ini aku tempuh,
maka, anugerahkan kepadaku
kekuatan, kasih sayang, kesabaran, keajaiban-Mu
agar aku mampu untuk senantiasa bersyukur dan menjalani kewajibanku dengan tanpa terpaksa!

ya Robb,
sungguh tiada syarat apapun yang engkau nyatakan
saat engkau karuniakan nikmat-Mu,
namun justru saat seperti ini
banyak sekali syarat yang kuajukan untuk mendapati cinta dan karunia-Mu

ya Robb
maafkanlah dan tunjukilah kami
agar kami senantiasa mendapati diri termasuk dalam golongan yang Engkau ridloi

amin!!!

memahami kegagalan!!!!

Kegagalan memang sesuatu yang menyakitkan dan setiap orang pasti pernah merasakan kegagalan walaupun dengan kadar yang berbeda. Bahkan banyak di sekitar kita -- tanpa kita sadari -- orang-orang yang mengalami kegagalan dengan kadar yang lebih tinggi dari kira

Yang harus kita pahami adalah bagaimana kita menyikapi kegagalan ini. Karena Anda menganggap beratnya masalah tersebut, Anda merasa menjadi orang yang “tak putus dirundung malang”, sehingga akhirnya menjadi apatis dan lemah semangat. Anda juga akhirnya bingung untuk memecahkan masalah tersebut. Sebenarnya, sikap apatis dan kebingungan tersebut tak perlu terjadi jika Anda tetap dapat berpikir jernih. Biasanya masalah menjadi terasa berat dan bingung untuk memecahkannya karena kita tak dapat memisahkan diri dari masalah tersebut dan terlalu terlibat secara emosional.

Tapi jika Anda mencoba “menjaga jarak” dari masalah dan mengendalikan emosi Anda, masalah akan terlihat lebih mudah untuk dicarikan solusinya. Dengan berpikir jernih, Anda dapat mengurai masalah secara lebih baik lagi. Anda dapat lebih mudah menemukan akar penyebab masalah. Dan dari akar penyebab itulah kemudian Anda mencoba mencari solusinya.

Karena itu, jangan anggap berat masalah yang dihadapi agar Anda tetap dapat optimis dan semangat memecahkannya. Agar Anda tetap mampu berpikir jernih untuk mencari solusinya. Pikirkan kegagalan sebagai jalan untuk meraih keberhasilan.

Memang, sesungguhnya semakin sering kita gagal, maka semakin tahu kita bagaimana cara memperoleh sukses. Sebaliknya, orang yang tak pernah gagal juga tak akan pernah tahu cara mencapai sukses. Hal inilah yang harus Anda camkan agar tak kecewa dengan kegagalan. Jika Anda gagal, buang jauh-jauh pikiran untuk tidak berani mencoba lagi. Justru Anda harus termotivasi untuk mencoba lagi karena Anda sebenarnya semakin dekat kepada keberhasilan. Suatu hal yang aneh jika Anda patah semangat karena gagal.

Kegagalan itu hanya menyakitkan pada awalnya, tapi setelah itu justru mengandung hikmah yang banyak. Anda akan tahu lebih banyak tentang bagaimana caranya memperoleh keberhasilan. Kegagalan sebagai jalan meraih sukses bukanlah kata-kata yang penuh retorika belaka, tapi sudah dibuktikan kebenarannya oleh sekian banyak orang-orang sukses. Orang tersebut misalnya, Nabi Muhammad saw, Thomas Alva Edison, Abraham Lincoln, Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Jack Canfield (penulis serial Chicken’s Soup), Billi PS. Lim (penulis “Dare to Fail”), dan lain-lain.

Jika Anda yakin bahwa kegagalan bukanlah gagal dalam pengertian sebenarnya, tapi “syarat” untuk meraih keberhasilan, maka Anda tidak akan pernah pesimis dengan kegagalan. Justru Anda akan bertambah semangat karena gagal. Bahkan jika kegagalan yang Anda alami semakin banyak, semakin bertambah besar semangat Anda untuk mencoba lagi. Sebab Anda yakin bahwa sebentar lagi Anda akan meraih kesuksesan.

Perubahan

Selama ada yang namanya waktu, perubahan akan terus berjalan.
entah sadar atau tidak, kesadaran kita akan senantiasa menangkap perubahan itu, meski
hanya sekedar perubahan fisik.

namun hal yan perlu dipahami sebagai pelaku, mestinya kesadaran yang kita gunakan untuk
mendeteksi adanya perubahan itu adalah kesadaran yang mengangkat kesadaran universal.
yaitu kesadaran yang tidak memihak, meskipun itu potensial atas segala 'penghidupan' keduniaan.

kesadaran universal menjembatani unsur paksa dan sukarela atas segala tindak perubahan itu. dan sekali lagi perubahan yang terbaik adalah perubahan kesadaran untuk menuju nilai2 universal.

selamat atas keberhasilan dari saudara2 yang bermetamorfosis dari satu kesadaran ke kesadaran yang lain, yang senantiasa mengikuti prosesnya dengan kesadaran itu sendiri
berbuat baik tidak selalu memberikan imbalan yang nikmat,
saya teringat dengan cerita Pak Andy F. Noya yang ada di Metro TV.suatu kali di masa kanak2 nya, Pak Andy memberikan permen kepada kawan2nya untuk berbagi. tetapi ada satu anak, kawan Pak Andy, yang membalasnya dengan melukai tangan Pak andy sehingga berdarah. sampai saat ini, menurut Pak andy, tidak tahu mengapa kawannya itu, yang dengan tulus Pak Andy berbagi permen dengannya, membalasnya dengan sangat tidak manusiawi, yakni membuat tangan Pak Andy terluka!

dari cerita Pak Andy saya akan melengkapinya dengan pepatah jawa bahwa menanam padi tidak selamanya menghasilkan padi, ia akan tumbuh bersama dengan rumput. tetapi bila menanam rumput, kemustahilan untuk berpanen padi ...


kawan pembaca,
artinya apa, mengapa saya menukil cerita Pak Andy F. Noya?
saya melihatnya bahwa untuk menjadi baik banyak sekali tantangan dan rintangan. sehingga niat yang semula kita tanamkan sekuat tenaga dalam hati kadang akan muncul ke permukaan menjadi amal yang terlihat - oleh sebgian orang- tidak baik. apa yang terjadi? tentunya persepsi selalu menjadi pengambil kesimpulan!

tetapi saya tidak terlalu peduli dengan hal2 tersebut.
kawan yang mestinya menjadi perhatian adalah bahwa setiap dari perbuatan, meskipun itu baik pasti ada hal2 yang menyimpulkan tidak baik. akan pasti selalu ada musuh yang siap mencengkram diri kita!

tetapi bukan berarti kita selalu berburuk sangka dan sentimen untuk melakukan perbuatan baik. kita hanya perlu memberikan tenaga ekstra agar selalu waspada dan berpikir jernih untuk berlaku lentur. spekulasi amal biasanya menghasilkan resiko yang terlalu besar.

kawan,
dalam banyak hal mestinya ada porsi dalam diri kita untuk tecurah menambal setiap kekurangan, yaitu melakukan hal yang lebih besar melampaui diri kita dan berkhidmat untuk kemaslahatan bersama!

Pribadi Pemaaf

Salah satu sifat mulia yang khas dari Rasulullah Saw adalah pemaaf. Beliau adalah sosok pribadi yang sangat mudah memaafkan pihak lain. Karena beliau adalah suri tauladan bagi manusia, maka tentu saja itu berarti bahwa sifat pemaaf adalah sifat yang diharuskan bagi manusia, jika ingin sukses dunia dan akhirat. Kisah-kisah melegenda tentang keutamaan akhlak pemaaf, yang menghantarkan Beliau pada derajat manusia terbaik, terukir indah dalam lindungan kekuatan hukum hadits yang kuat (shahih).

Sebagai manusia, terdapat dua pihak yang harus mendapatkan keberkahan dari sifat mulia pemaaf. Yang pertama adalah pihak yang berbuat salah kepada kita. Keniscayaan akan peluang berbuat kesalahan, merupakan kenyataan tak terhindarkan dalam hubungan antar pribadi. Setiap pribadi, memiliki peluang demikian terbuka atas terjadinya kesalahan-kesalahan, sebagai konsekuensi logis dari dikandungnya dua potensi kebaikan dan keburukan. Sehingga, kesempurnaan sebuah insan tidak dinilai dari ketiadaan keburukan melainkan dari rasio serta kualitas kebaikan yang seharusnya superior terhadap sisi keburukan. Untuk itu, bagi pihak lain, sifat pemaaf merupakan hadiah terbaik dari tulusnya sebuah hubungan antar manusia.

Pihak kedua adalah diri kita sendiri. Ruang maaf yang cukup luas semestinya juga kita sediakan untuk terjadinya kesalahan-kesalahan diri di masa lalu. Hal ini sangat penting dan merupakan penafsiran terbuka atas larangan untuk mencela diri sendiri, menganiaya diri sendiri atau pada tingkat kulminasi tertinggi adalah larangan berperilaku putus asa. Kita harus berdamai dengan diri kita sendiri dari rasa bersalah yang berkepanjangan. Dari penyesalan yang merusak semangat hidup. Dari merasa kehinaan yang destruktif terhadap cara pandang positif. Untuk membebaskan kita dari himpitan ruang rasa kesempitan yang gelap.

Mario Teguh mengatakan bahwa hati adalah sebuah kekuatan yang sering disalah-artikan dengan semena-mena. Sebuah kelembutan yang dikira sebagai kelemahan, sebuah hamparan terluas yang dirasa sempit. Ketahuilah, bahwa hati Anda sangat luar biasa luas dan dalam-nya - apa pun pendapat Anda mengenainya. Hanya penggunaan pikiran Anda-lah yang menghasilkan kesimpulan salah mengenai ukuran hati Anda.

Lalu, apakah yang bisa terjadi dalam kehidupan ini yang tidak tenggelam ke dalam hamparan luas hati ini? Ingatkah Anda mengenai kesedihan tak terhingga yang dulu seolah akan mengakhiri kehidupan Anda, dan yang sekarang tidak Anda ingat kecuali bila Anda diingatkan? Ke mana kah perginya semua rasa sakit, gembira, marah, sedih, cemburu, khawatir, dan takut yang pernah mewarnai hari-hari Anda itu; bila tidak sirna diserap oleh luasnya dan besarnya kemampuan hati ini?

Jika sudah sedemikian luasnya hati itu, mengapa kita tidak cukup mampu menerima dengan tulus kelemahan dan kesalahan orang lain atau diri sendiri. Bukankah seharusnya ruang maaf itu adalah juga merupakan bagian tak bersekat dalam ruang hati kita yang sangat luas dan dalam itu - yang dengan itu juga berarti bahwa ruang maaf itu harus-lah sangat luas dan sangat dalam.

Jika telah demikian sulitnya kita menyadari luasnya ruang maaf pada diri kita, mohon juga diperiksa kembali, mengapa kita tidak meletakkan penghormatan yang lebih tinggi kepada Yang Maha Penyayang.

Bukankah satu-satunya rencana dari Yang Maha Pengasih adalah rencana baik atas keberhasilan kita menjadi hamba-hambanya. Di alam ruh dulu, semua manusia disiapkan dalam keadaan yang fitrah (kondisi baik dan cenderung pada kebaikan). Kemudian diperintahkan kepada seluruh alam agar tunduk dan patuh untuk dijadikan sarana jalan kebaikan. Setelah itu, dilengkapkan pula dengan contoh nyata perilaku para Anbiya dan kitab pedoman yang tak ada secuil-pun kelemahan.

Tidak-kah kita dapat melihat dari sisi pandang kehambaan, alasan mengapa kita harus menjadi pribadi-pribadi yang pemaaf bagi diri sendiri. Apakah belum cukup jelas bagi kita, kasih sayang dari-Nya sehingga kita tidak cukup mengerti tentang keharusan kita menyayangi diri sendiri - dengan menjadi pribadi pemaaf?

Ada petunjuk keharusan bagi makhluk untuk meneladani sifat-sifat Maha dari Sang Khalik. Salah satu bentuk pengimanan pada sifat-sifat Maha Agung dalam Asmaul Husna adalah dengan upaya-upaya terencana, teratur dan tulus, proses internalisasi dalam sifat pribadi kita. Untuk itu, sifat Yang Maha Pengampun (Ghafur) seharusnya menjadi salah satu motivasi utama pembentuk sifat pemaaf.

Sebuah syair kehambaan menyebutkan bahwa walau dosa hamba menggunung tinggi, namun ampunan-Nya melangit luas. Bukankah hal itu mengindikasikan adanya tingkat probabilitas yang sangat besar akan keniscayaan manusia melakukan kesalahan, yang kemudian dimarjinalkan dengan luasnya pengampunan yang disediakan.

Sebagai sebuah pengecualian, hanya ada satu kesalahan yang tak termaafkan bagi-Nya. Maka dengan itu pula, seharusnya hanya kesalahan jenis itu-lah yang juga tidak kita berikan ruang maaf dalam diri kita. Dengan demikian, seperti halnya Yang Maha Kuasa meluaskan ketersediaan ruang pemaafan kepada insan, tidak berarti diperuntukkan bagi kesalahan yang direncanakan dan yang terlahir dari kesombongan.

Untuk itu, marilah kita menempatkan penghormatan kepada Yang Maha Penyayang di atas penghormatan pada diri sendiri. Maka bangunlah sikap lebih bersahabat dengan diri sendiri dan orang lain, dengan menjadi pribadi pemaaf yang tulus dan ringan.

happy ending

teruntuk semua yang pernah mengenalku :

mari bersama, bergandeng menuju sebuah cita2 agung
menemui seberkas cahaya kehidupan yang saling memberikan rasa nyaman
kebersamaan yang menjadikan semuanya menjadi indah,
seindah surga yang dijanjikan!!!

dimanapun kita berpijak,
mari kelola kekuatan kita menjadi sebuah untaian tali silaturahim
yang akan kita ikatkan dalam satu idealisme dan cita2
memupuk dan membangun sebuah tatanan dunia madani yang diimpikan

meski kadang kawan,
saat hati menjerit, letih kesakitan
penuh dengan duri cubaan yang datang silih berganti
bahkan kita menjadi yang tertindas!

maka yang bicara adalah hati!
jangan biarkan tangan kita kotor!
ibarat kayu, menjadilah cendana kawan
ia akan tetap memberikan wangi
walaupun itu pada pisau yang menjadikan dirinya patah terbelah!

seperti hal itulah kawan
cita2 kita semuanya!
syahid adalah ujung dari semua harapan/ cita-cita

dan seperti hal itulah kawan
kita mencoba menjadi pribadi yang hasanah
dan menanggalkan segalanya untuk menemui Allah kita
dengan ending yang husnul khatimah!!!
damai bagi kesejahteraan semuanya!!!